28 Jul 2018

Task 2

Dalam Task 1 kemarin, sudah dijelaskan mindset berkonmari adalah untuk membuat hidup lebih baik, teratur, rapih dan menyenangkan. Dan untuk menuju ke sana usaha yang harus kulakukan agar hasil yang diinginkan tercapai adalah dengan cara:

Disiplin : selalu menjalankan segala sesuatu sesuai dengan apa yang seharusnya.
Menjaga Mood : Ya aku orangnya moodyan, jadi harus menjaga mood agar tetap ceria sehingga semua berjalan dengan lancar. Berfikir positif salah satu jalan agar moodnya tetap terjaga.
Fokus : Kejar terus apa yang diinginkan dan diharapkan, sehingga nanti di akhir dapat tercapai sesuai target yang ditentukan.

Gaya hidup ideal yang dinginkan semenjak pindah ke Rusunnaaih adalah ingin menjaga pola makan lebih sehat, salah satu jalannya adalah dengan menyiapkan makanan sendiri untuk dimakan di rumah atau dibekal ke kantor. Sayang sekali aku belum mahir masak dan tantangan terberat kalau masak sendiri selain rasanya yang gak enak biasanya dapur jadi berantakan, dan kalau sudah begitu jadinya malah menghancurkan mood. Nah untuk menghindari itu semua musti disusun penempatan perabotan dapur yang lebih tertata, jadwal belanja bahan makanan yang terjadwal dan penempatan belanjaan bahan makanan rapih tersusun di kulkas, sehingga apabila semua sudah berjalan dapat membangkitkan gairah dalam mengolah makanan. 

Tetapi Ideal Lifestyle paling diinginkan adalah menerapkan pola hidup “less is more”, sederhana! Untuk seoarang Galih Riyadi mungkin orang-orang yang mengenalku akan sedikit menyangsikan keinginan ini, tapi kenapa tidak? Kalau kita mampu dan mau pasti ada jalannya. Langkah yang akan ditempuh untuk merealisasikannya adalah memberdayakan barang yang sudah dimiliki yang tentunya spark joy, menyingkirkan barang yang tidak berguna dan mengerem nafsu belanja. Adapun untuk langkah lainnya untuk melancarkan tujuan ini sekaligus menghadang hambatan ialah dengan cara  belanja seperlunya, jangan buka-buka situs online shop lagi dan usahakan tidak mampir-mampir ke toko kalau ngemall.

Untuk menata kehidupan dengan berbenah ini aku hampir setiap hari selalu saja ada yang dibereskan, beres-beres tiap hari ini ringan karena aku hanya tinggal sendiri dan rusunnaaih yang seuprit gitu. Dari semenjak pindah ke Rusnnaaih tiap ada waktu senggang selalu diisi dengan bebenah, karena itu bikin aku produktif sekaligus bikin bahagia. Tapi ketika mengikuti kelas KKI ini kita dituntut untuk menyusun jadwal berbenah dengan metode konmari untuk penyempurnakan dari usaha yang sudah dilakukan.

Jadwal bebenah direncanakanakan dilaksanakan dari bulan Agustus- September sesuai dengan jadwal kelas, adapun rinciannya sebagai berikut:

 Baju : 6- 19 Agustus 2018
Buku & Kertas : 20-26 Agustus 2018 
 
Komono : 27 Agustus  – 2 September 2018
 
Dapur : 3 – 9 September 2018
Sentimental items : 10-16 September 2018

Jadwal singkat ini karena beberapa item sudah sangat berjumlah sedikit, tinggal disempurnakan. Semangat!

#ShokyuuClass
#ShokyuuTask2
#KonmariIndonesia
#KomunitasKonmariIndonesia
#MenataDiriMenataNegeri
#ShokyuuClassBatch2
#ShokyuuClassB2G4
#ShokyuuClassB2G4Task2
#SparkJoy


19 Jul 2018

Task 1

Setelah memantapkan mindset dalam berkonmari, dan sudah memilah hanya barang yang ‘spark joy’ yang ada di Rusunnaaih, selanjutnya memotivasi diri untuk tetap istiqomah dalam berbenah, alhamdulillah selama lima bulan ini (Februari-Juli) semenjak pindah ke Rusunnaaih, hampir tiap ada waktu lenggang dan ada yang kurang rapih langsung dibereskan. Karena setelah pindah pernah meninggalkan Rusunnaaih dalam keadaan berantakan dan itu bikin mood kerja seharian ikut berantakan pula, nah sampai sekarang sebelum tidurpun ada saja hal kecil yang terus dirapihkan. Jadi alasan kuat mengapa aku ingin ikut kelas konmari ini, biar mendapat ilmu yang lebih baik dalam berbenah, sehingga Rusunnaaih yang luasnya terbatas itu menjadi makin sparkjoy! 

Untuk hunian idaman, alhamdulillah Rusunnaaih merupakan impian yang sudah terwujud, dari desain dan lokasi sudah sesuai dengan keinginan dan kemampuan. Selanjutnya setelah ikut kelas konmari ini ingin menjadikan Rusunnaaih lebih baik lagi, seperti halnya minggu lalu baru saja mengubah lemari bentuk konvensional menjadi drawer-drawer sesuai dengan bentuk storage pakaian yang disarankan ala konmari. 

Yang menjadi konsentrasi kedepannya adalah membenahi perabotan dapur, yang mana luas tak seberapa dan perabotan tak banyak tetapi merasa masih berantakan dan ingin lebih tertata kembali, karena jujur aku jarang memasak sehingga perabotan yang ada ingin lebih baik dalam penyimpanannya. Semoga bisa!

Semenjak awal pindah ke Rusunnaaih berbenah secara terus-menerus, sekarang aku ingin punya deadline dimana semua sudah rapih jali, maka kutentukan puncak beberesnya sesuai dengan jadwal kelas Shokyuu Konmari Indonesia ini, sehingga pada saat selesai kelas, Rusunnaaih bisa menjadi lebih baik lagi yaitu tiga bulan dari sekarang atau akhir bulan September.

#ShokyuuClass
#ShokyuuTask1
#KonmariIndonesia
#KomunitasKonmariIndonesia
#MenataDiriMenataNegeri
#ShokyuuClassBatch2
#ShokyuuClassB2G4
#ShokyuuClassB2G4Task1
#SparkJoy

9 Jul 2018

Berkenalan dengan Konmari



Konmari, pertama tau tentang metode bebenah ini dari tweetnya @deelestari yang pada saat itu sedang gencar decluttering. Pada saat itu hanya membaca selewat dan sambil lalu karena nongol di timeline dan akupun tak mencari info lebih lanjut.

Sampe akhirnya beberapa bulan lalu dipenghujung 2017, ketika sedang beberes karena mau pindah ke rusun akupun menemukan bahwa barangku sangat banyak, ratusan pakaian, puluhan sepatu dan tas menumpuk di kostan. Pantas saja waktu ngekos yang mana aku pake jasa cuci laundry kiloan pernah terus ngedrop cucian tanpa ngambil baju hasil cuciannya selama sebulan lebih dan aku bisa hidup tiap hari gunta ganti baju terus tanpa kekurangan baju di lemari, dahulu aku sampe punya dua lemari dan satu gantungan baju terpisah buat menimbun koleksi bajuku, baju yang sebenernya tiap beberapa bulan sekali disortir terus disumbangkan ke kampung tetep saja tidak cukup di lemari, karena tiap aku sortir sepuluh baju aku sudah membeli lima belas baju baru buat dimasukan ke lemari. yang ada bukannya berkurang tetapi bajuku makin banyak. 

Puncak kelelahan melihat tumpukan baju dan barang-barang ini ketika aku pindah ke Rusunnaaih (Nama tempat tinggalku), Rusunnaaih yang luasnya terbatas ketika kurenovasi aku memikirkaan sekali storage-storage untuk tempat penyimpanan barang-barangku ini, tetapi ketika pindahan berlangsung ternyata barangku ini tidak cukup masuk semua, hampir 2/3 koleksi sepatuku aku hibahkan  karena lemari sepatu yang kubuat ternyata tak cukup untuk menampung semuanya. begitupun baju, dua koper aku kirim kampung dihempas dari lemari. 

Akhirnya akupun ingat dengan Konmari ini, akupun membaca bukunya dan mulai sedikit mempraktekaannya, mulai mencari informasi dan nyasarlah ke Instagram Komunitas KonMari Indonesia, yang mana saat itu sedang membuka pendaftaran kelas intensive, akupun langsung daftar.

Harapanku mengikuti kelas shokyuu ini untuk mendapat informasi lebih dalam mengenai seni bebenah ini, sehingga dapat kuaplikasikan di kemudian hari dan berdampak signifikan bagi kehidupanku kedepannya. 

#shokyuuclass
#batch2
#testgc