17 Jan 2012

Teruntuk (mantan) Bosku


Dear Bos...


Bagai petir di siang bolong, ketika diriku menerima surat pelantikanmu Bos, yang berarti Bos dimutasi dan kita tidak menjadi sepasang Bos dan Sekretaris lagi. Walau sebenarnya berita ini sudah berhembus dari akhir tahun lalu, tapi diriku menganggapnya hanya angin lalu saja, toh setahun lagi Bos akan memasuki masa purnabakti dan kinerjamu dalam keadaan normal tanpa ada masalah apapun, tapi ternyata perkiraanku salah, kebijakan sang petinggi berkata lain.

Ketika malam tangal 14 Januari 2012 sehabis Bos dilantik, diriku mendapat kabar kalau Bos ditugaskan ke Bangka Belitung, tiba-tiba sesak di dada menerpa. Bagai sepasang kekasih yg tiba-tiba diputuskan tanpa alasan oleh pacarnya, begitu mendadak dan tak terduga. Padahal ditengah kejenuhan diriku untuk tetap menjadi seorang sekretaris, diriku sudah merelakan tetap menjabat posisi ini setidaknya sampai Bos memasuki masa purnabakti tahun depan, tapi ternyata suratan berkata lain...

Bos...
Masih ingat gak?? diawal diriku menjadi sekretaris dirimu, di hari kedua bulan puasa di tahun 2008, dimana pada saat itu diriku lungsur dari jabatan sekretaris sang bintang tolak angin itu, diriku bersyukur turun pangkat setidaknya doa-doaku dikabulkan dan mengurangi tingkat stress. Dan hampir tiga tahun lebih kita bersama, banyak suka dan duka tergores karena hampir tiap hari kita bersua.

Bos…
Masih ingatkah gak? Bos pernah mengajakku makan siang pertama saat diriku menjabat sekretarismu, Saat itu Bos memintaku menyetir mobil, sayangnya diriku tak bisa  menyetir mobil dan terpaksa Bos sendiri yg mengemudikannya.Ketika itu Bos mengenalkanku pada Soto Mentjos yang walau tempatnya gak banget tapi yg antri pas maksi banyak banget.

Sehabis itu Bos sering mengajakku keluar, ke PMI yang di Keramat buat donor darah, padahal diriku gak pernah donor, cuma mengantar Bos semata, atau ke Toko Buku Wali Songo yg di Kwitang, yang ternyata isinya buku agama semua. Dan yang paling diingat untuk pertama dan terakhir kalinya Bos mengajak diriku ke DPR buat ikut rapat disana, karena diriku masih ababil saat itu aku malah nunggu di kantin sampai Bos selesai pembahasan anggaran, dan semenjak itu diriku selalu mencoba sebisa mungkin  menghindar kalau diajak keluar.

Sampai satu waktu, karena diriku selalu menghindar buat makan siang diluar denganmu, karena diriku lebih memilih maksi dengan gengku. Tiba-tiba dirimu memberika segepok uang buat mengajak beberapa pegawai dan teman-temanku makan siang di Mentjos, Soto kesukaanmu, sedangkan dirimu lebih memilih diam di kantor dan hanya minta diminta dibungkuskan sekantong soto untuk makan siang di meja kantor.

Bos...
Masih ingat gak?? tiap pagi sehabis olah raga pas datang ke kantor menjumpai diriku yang sedang sarapan oat, dan karen dirimu ingin mencoba, besoknya dirimu beli oat sebungkus besar, sayangnya oat yg dibeli salah, bukan oat seduh tapi oat masak, yg jadinya dirimu sarapan lontong sayur lagi.

Bos...
Masih inget gak?? pas diriku pertama pakai BB, seminggu kemudian dirimu ikutan pakai BB lagi, dan sebulan kemudian Istri Bos juga ikut pake BB dan ke kantor buat dibikinin email, yang kadang diriku lupa password email Bos dan Istri Bos walau diriku yg bikinin,

Bos...
Masih inget gak? Pas Bos bikin warung dan kos-kosan pasti konsultasi masalah cat dengan diriku, Diriku menawarkan saran perpaduan cat abu, tapi Bos keukeuh pengen kuning dan ungu. Dan pas besoknya setelah dicat sesuai keinginan Bos, Bos malah bilang "Koq norak yak?" Hahaaa...

Bos...
Masih inget gak?? Pas Bos mau jalan ke Swiss, dan disana lagi musim dingin diriku sibuk nyari Long Jhon. Untung nemu yg murah di Mangga Dua. Padahal di webnya mahal-mahal. Dan gak mungkin kan bos mau beli daleman baju semahal itu.

Bos....
Masih inget gak? Sepulang dari Bali, bos pulang pake Damri padahal diriku sudah kirim supir buat jemput, Bos ditelepon gak bisa-bisa, ternyata koper Bos ketukar dengan orang dan dengan pinternya Bos nyimpen henponnya di koper. Tapi tidak seperti pejabat lainnya, bos mengurus semuanya sendiri. tak meminta bantuanku buat ngurusin koper itu buat ditukar kembali.

Bos...
terlalu banyak kenangan kebersamaan kita setiap hari, pegawai di bilik lantai tiga ini selama tiga tahun ini datang dan pergi silih berganti, cuma diriku dan dirimu Bos yg masih duduk manis ditempatnya. Nanti malam farewell party dirimu dilaksanakan, beberapa pejabat bawahanmu memintaku membacakan sepatah dua patah kata kesan-kesan selama menjadi Sekretarismu, karena cuma diriku yg tersisa sebagai pendampingmu paling lama di masa pengabdianmu di kantor ini. Tapi, maaf sekali jadwal perpisahan dirimu bentrok dengan jadwal ujianku, pasti dirimu mengerti ya Bos?...

Bos..
Walau beberapa pegawai di kantor mungkin tak menyukai kebijakan-kebijakanmu, tapi secara personal dirimu adalah teladan Bos, dirimu seorang pejabat yg gak menganggap bahwa "Hai aku ini pejabat!!" Dirimu terlalu sederhana untuk sebagai sosok seorang eselon, semoga kesederhanaanmu dan keramahanmu menjadi bekal berharga bagi diriku kalau nanti bisa sepertimu.

Bos..
Selamat menjalankan tugas di tempat baru, anggap saja liburan setahun di tempat syuting film Laskar Pelangi sebelum masa purnabakti.

Bos….
Diriku selalu akan mengingatmu.





Sekretarismu,
aih

10 Jan 2012

Karaoke



Ku berlari turun dari metromini, hujan rintik di pagi ini jangan sampe membasahi pakaian dan merusak tampilanku hari ini, siang nanti diriku berencana ke kantor imigrasi dalam rangka keperluan membuat paspor, jadi hari ini aku musti tampil sempurna.

Ku berlari menyebrangi jalan, memasuki pintu gerbang kantor dan melewati pos satpam.

Ketika diriku sampai di teras gedung, akupun mulai merapihkan pakaianku dan berjalan kembali, tapi tiba-tiba ada yang menyapaku dari belakang. Sesosok lelaki berumur diatas tiga puluh tahun lebih  dengan menggenakan seragam biru tua itu ternyata yang memanggilku.

Akupun berhenti  menunggu dia menghampiri.

“Mas, di Gedung mana??” Tanya lelaki berseragam biru yang ternyata adalah satpam.

Akupun kembali berjalan dan berkata “Gedung B” jawabku jutek. 

Kukiraada kepentingan maha dahsyat sehingga dia  memberhentikanku, tapi tenyata basa basi belaka. Akhirnya kita berjalan beriringan dan dia menanyaiku kembali  “Sudah lama mas, kerja di sini?”

Aku jawab dengan jutek “Hampi 4 tahun”.

Aku mempercepat langkahku karena enggan berbasa-basi dengan satpam ini.

Tiba-tiba dia bertanya “Suka karaoke Mas?”

Dalam hati kuberkata, pasti satpam ini punya voucher Inul Vizta yang baru buka di mall samping kantor. Dan kujawab “Suka, kalo sama temen sik” dengan ketus.

Akhirnya gerbang pintu lobby kantorku tinggal beberapa langkah lagi. Dan satpam itupun bertanya kembali padaku. “Mau karaoke Mas?? Punyaku gede lho!”

Tepat di depan lobby kantor ku dan melihat sosok satpam ini. Sial, name tag di bajunya terbalik dan diriku gak kenal satpam ini, padahal hampir aku kenal semua satpam yang sering kebagian menjaga ruanganku.
Akupun akhirnya berkata “terimakasih” dan pergi meninggalkannya.

Dan si satpam-pun masih tetap berbicara "Beneran gak mau Mas? Punyaku gede lho”


Ergh… 


Lapangan Banteng, Februari 2010

30 Des 2011

Harga Sebuah Pertemanan (4) - End


“Life is a drama, and you only have two options: being the audience or being the actor.”

Setahun sudah bolpoint ini mencorat-coret dalam lembaran yang bertajuk 2011, sudah banyak catatan, coretan, gambar, tipe-ex yang tergores di 365 lembaran hari. Suka, duka, tawa, canda, tangis dan bahagia terpotret dalam kamera tahun ini. Banyak pelajaran berharga yang bisa menjadi pembelajaran dikemudian hari agar tidak terulangi lagi.

Salah satu pelajaran berharga  bagi diriku di tahun ini adalah bubarnya Geng Maksi, sebuah komunitas makan siang yang dulu sangat membahana di komplek kantor ini sampai terkenal di instansi lainnya. Semua itu akibat dari protesnya diriku yang merasa ada ‘sesuatu’ dibalik geng maksi ini yang mengganjal. (cerita bisa dibaca di kisah Harga Sebuah pertemanan 1 dan 2). 



Berawal sedikit protes diriku atas sesuatu yang merasa tidak berjalan di koridornya, tapi ternyata setelah diprotes ternyata makin melenceng dan makin hilang kendali lepas dari koridor yg seharusnya berjalan tadi. 
Seorang teman pernah berkata:

“When you know your friends are talking about you behind your back, don't bother to clarify. They're not your friends anymore.”

Tapi dari kasus-kasus kemaren aku memilih untuk mengkarafikasi karena tak ingin begitu saja meninggalkan kalian, ya manusia tidak sempurna kemungkinan besar kesalahan ada padaku. Dan  dari kejadin setelah protes-protesku dahulu, kita melakukan introspeksi masing-masing, disimpulkan kita tetap menjadi Geng Maksi yang sampai akhirnya bubar sendiri. 

 “Fake friends never betray in front of you. They always do it behind you.”

Pernah satu ketika diriku menulis quote seperti ini dalam status BBM: 

 ”Being alone, even lonely, is better than being together with wrong people”.

Kalian mengangap diriku tak tahu kalo status ini jadi bulan-bulanan kalian di belakang, sayangnya aku tahu. (kalian lupa? Siapa yang paling Kepo diantara kita semua??) Padahal sebenarnya status ini ditujukan buat hubungan percintaan (yah, buat mantan yang selalu maju mundur tepatnya) tapi kalian yang tersindir, sampe pernah salah satu kalian berkata “lebih baik sendiri dan merasa sepi dapiada makan siang bersama dengan orang-orang yang salah!” . Hahaaa… dasar kalian….

Sampe sampe salah satu kalian pernah berbincang kalau alergi kebodohan dan kepalsuan dalah Megabintangphobia. Hahahaaaa…

Dan hari ini salah satu temanku berkata, lih temanmu  (salah satu anggota geng maksi) kehilanganmu saat jumatan, baca gih tweetnya..

Dan akupun membaca beberapa tweetnya:

“setelah pekan kemaren Mega Bintang tidak shalat jumat disampingku, hari ini resmi dia memilih duduk di samping Rio… hiks..hiks…”

“Selamat jalan Giga Bintang, semoga kamu tak lupa aturan pertama dalam hidup ini Orang-orang yang di dekatmu belum tentu kawan”

“Jumat siang ini, terasa seperti Jumat dua tahun lalu, hanya aku dan Bunda duduk berdampingan… Sang Bintang duduk didalam disekat kaca”

“lebih baik sendiri dan merasa sepi daripada bersama dengan orang-orang yang salah..” *Peluk Nano Bintan* | diatas Giga itu Nano bukan?

Yeah, Jumat lalu diriku pulang kampung dan jumat sekarang aku mau menyapa rio saja yang sebenernya melihat cuaca di luar panas mau nyoba apa AC Masjid yang baru itu ngefek gak? Ternyata enggak.

“Some people are just like soft drinks. It tastes sweet, but it's not good for us.”

“Some people are just like mineral water. It tastes nothing, but we can't live without.”

Apakah kita-kita ini termasuk soft drinks atau mineral water?? Hanya kita yang bisa merasakannya. Kebersamaan Geng Maksi yang selama 2 tahun begitu hangatnya  serasa suasana makan siang dengan keluarga di rumah, tapi sekarang? Itu sirna sudah. Apakah kalian kangen dengan hahahihi menggangu orang lain ketika makan siang??...

“Friends are like second family you make for yourself.
Friendship makes you feel home though you’re not at home.”

Maafkan bila tulisan-tulisan sebelumnya membuat kalian merasa tak enak, hingga sampai membuat salah satu dari kalian mengganti username hingga menggembok akun.  2011 sudah dipenghujung hari, mari kita buka lembaran baru bersama dan entah apa yang terjadi dengan  kita-kita. Maaf atas segala perbuatanku yang membuat kalian tidak berkenan. 

“One thing I learn about happiness: It's made, not found.
If you want to be happy, you must create it yourself.”

Lahirnya protes diriku kemaren karena sebagai persiapan perbaikan suasana pertemanan kita satu sama lain untukuntuk persiapan liburan kita di awal tahun 2012 nanti,  Agar pas liburan gak ada yang mengganjel. Tapi ternyata dampak tak yang diharapkan meleset, tapi tak apalah, toh akhirnya diriku gak ikut liburan kalian ke Vietnam (walau musti menghanguskan tiket dibeli dari uang rapelan gaji itu) selain karena tak ingin merusak acara liburan kalau keadaan belom kembali pulih seperti semula dan ternyata tanggal segitu bertepatan dengan diriku UAS. Jadi makin musti merelakan liburan yang sebelumnya sudah digadang-gadang jauh-jauh hari. Selamat liburan (ex) Sporty Maksi, (ex) Scary Maksi & (ex) Baby Maksi. 

“Real friends are not those who make you feel happy, but those who make you feel comfortable.” 

“If you're not comfortable where you are now, maybe that's not your place. Just quit it.”

Kalau memang ini jalannya, mudah-mudahan ini yang terbaik bagi kita semua,seperti dikutip dalam film Arisan!2  “Teman datang dan pergi, teman sejati selalu dihati”

Akhir kata…

“You must be wise in choosing friends or you will have more enemies”


Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua, selamat tahun baru, semoga 2012 akan banyak coretan yang lebih seru...








(ex) Posh Maksi,
aih



NOTE:
Tulisan merah quote dari  @wilzkanadi pemilik blog http://wilzkanadi.blogspot.com/ 
Tulisan biru quote dari  @bernardls pemilik blog http://bangbernard.wordpress.com/ 

27 Des 2011

Pada Waktunya


“you spent you life looking for
the one thing that makes it all
worth all the tears that fall

walking down on this road
moving on stepping forward
althought it’s not that easy

just keep holding on
just keep pressing on
just keep moving on

ada waktu untuk menangis
tuk tertawa, tuk bertahan saja
ada waktu untuk menunggu, tuk percaya
bahwa semua akan indah pada waktunya”
Pada Waktunya – Ivan Handojo
*


Pernahkah Boys,Girls&Gays menginginkan sesuatu tapi susah sekali mendapatkannya?? Berusaha sekeras sampe endingnya muncrat-muncrat dan lemaspun  hasilnya tetap berujung nihil?? Pasti pernah...

Tak ada yang salah dengan sesuatu yang ingin kita harapakan terjadi atau menimpa kita, tapi kadang kenyataan berkata lain. Sesuatu itu tak kunjung datang walau sudah diundang dengan segala doa dan usaha tapi apa daya Sang Pencipta belum percaya pada kita.

Teringat diriku beberapa tahun silam yang pengen sekali meningkatkan berat badan dengan segala daya upaya tetapi tak tercapai juga, hingga pada satu masa akhirnya berat badan bertambah dan makin bertambah hingga susah diturunkan kembali.

Satu kasus lainnya, diriku ingin sekali memiliki wajah berkumis, tapi kalau tidak dicukur  beberapa hari tuh kumis tumbuh, tapi seperti tukul arwana yang hanya panjang di ujungnya saja. Dan tibalah sekarang kumis tumbuh dengan cepat dan rapihnya, sehari ga cukuran saja kumis dah nangkring dimuka. Memang semua akan datang pada waktunya.

Selain itu waktu dulu pas merasa jenuh dengan pekerjaan sebagai seseorang yang bergelut di Perpustakaan, dalam hati berkata ingin rasanya nyoba menjadi sekretaris, dan ternyata doa itu begitu cepat dikabulkan sampai tak terasa hampir 3 tahun lebih menjabat posisi ini, dan akhirnya merasa jenuh, memang semua datang pada waktunya.

Lain halnya dengan makanan, sebelum ke Jakarta dan hidup sendiri, paling suka namanya telor bulet, mau dikukus kasih kecap doang atau dikasih bumbu sambel balado pasti suka, begitu juga dengan ceker ayam, mau dicampur sop atau baso pasti biasa makan banyak. Tapi sekarang?? Ogah. Entah kenapa gak suka ajah. Memang sesuatu itu kadang dating dan pergi pada waktunya.

Begitu juga dengan jodoh, akhir tahun ini di Twitter sempat heboh membuat gelaran #aihCariJodoh2011 tapi setelah beberapa kandidat yang datang dan merasa kurang sreg, sampai waktu tinggal seminggu lagi menutup tahun ini dan calon kuat pemenang #aihCariJodoh2011 belum ada juga. Memang semua tak bisa dipaksakan, kadang semua indah dan datang sendiri pada waktunya. Kita tunggu saja…




Yang menunggu waktunya,
aih


5 Des 2011

Tentang Seseorang


Jam dinding menunjukan pukul jam setengah sebelas malam dan "Beb.. Bep.." BB berbunyi tanda sebuah BBM masuk :

                “Aih, Aku baru sampe rumah….”

Dalam hati berbunga-bunga,akhirnya ni orang memulai duluan juga percakapan bbm dengan sebuah konten informasi yang layaknya dua orang sedang pacaran, dengan gembira dan suka ria ku jawab:

                “Wohhh, dari mana saja?...”

Terus dalam beberapa detik dia langsung menjawab:

                “Bukan niat ngabarin, tapi niatnya mau nonton DVD, jadi nonton apa duluan yak?”

Jiaaaah…
Serasa petir disiang bolong, yang tadinya senang gak jadi senang. Akh siaaall.
Padahal dah geer setengah mampus tuh tadi.  Butuh beberapa detik buat nahan nafas dan mikir mau bales apa. Eh dia BBM lagi..

                “Bukan niat ngabarin, tapi niatnya mau nonton DVD, jadi nonton apa duluan yak?”

Ya.. Ampun sampe dua kalinya dia nge BBM yang sama biar disangka ga ada apa-apa?? Hiks-hiks…
Akhirnya aku jawab juga:

                “Iyah-iyah gak niat ngabarin. Emang kemarin beli DVD apa aja??”

Dan dia jawab:

                “Aku kan beli DVD sama ama kamu, Heheheee”

Lalu ku jawab lagi:

                “Yaaaaah, Aku kan beli DVD Banyaaaaaaak, dirimu cuma beli 5, Aku cuma inget 3 film yang kita samaan belinya”

Terus dia jawab:

                “Oh jaaaadi kamu beli banyak??? Aku pikir kita samaan”

Akhirnya dia kirim gambar DVD yang dibelinya:



Aku jawab:

                “Owh beli One Day juga?? Dari sekian film yang aku tonton One Day yang bikin aku nangis dan bagus sik”

Dan diapun menjawab:

                “Ah nonton One Day dulu aja, dah lama gak nangis, biasanya bikin orang nangis”

eRgh.. maksdunya apa coba?? Pamer kalo dia jahat?? Ataw pamer bisa bikin hati tersayat-sayat?? Yah seperti yang sekarang aku rasakan gitu?? Ergh..

Akupun menjawabnya:

                “Selamat menonton!!!!”

Dan diapun kembali menjawab:

                “Siap!! Mudah-mudahan gak ketiduran, eh tapi kalo gak nangis awas ya!!!”

Langsung ku bales:

                “Kalo gak nangis berarti dah gak punya rasa cinta lagi. Huh...”

Dan dia kembali menjawab:

                “Iya nih, dah mati (rasa cintanya), nah kalo nangis tar siapa yang ngelap aer matanya?”

Hemmmm.. Pantes orang ini gak nyadar juga yah kode-kode dari aku. Akhirnya ku jawab:

                “Mau aku elapin?? *siapin KANEBO*, Aku temenin deh nontonnya..aku nonton ulang”


***

Akhirnya kita berdua nonton film One Day bareng, Dia di sana dan aku di sini.

Sebenernya sudah semenjak pertama kali bertemu, aku tertarik dengan orang ini. Dia nyambung diajak ngobrol sana sini, soal musik, fashion hingga gosip terkini, fisikly dia tipe yang selama ini kucari lah yah, dan yang terpenting dia single.

Tapi yang menjadi penghambat dan kendala ialah dia yang sepertinya entah trauma atau kenapa sehingga enggan untuk kembali memulai suatu sebuah hubungan. Dahulu ketika aku mulai suka aku membuat tulisan ini dan memberikan tulisan itu padanya. Tapi sayangnya gak ada respon apapun sama sekali, malahan kita yang tadinya sering sekali chit-chat tengah malam jadi sedikit berkurang. Yasudah sih mungkin jawabannya emang “Nanti Dulu”.

Dan tak terasa sudah berbulan-bulan kenal dan intens komunikasi walau ya cuma sekedar basa-basi  tapi selalu berbekas di hati. Sebenarnya tiap kali berjumpa ingin rasanya berbicara padanya, tentang perasaan ini yang menyiksa, tapi apa daya dada jadi sesak dan bibirpun menjadi tak kuasa untuk bersuara.

Dan malam itupun aku meminta pendapat sahabatku, yang walaupun sebenarnya sahabatku dalam urusan percintaan jejak remanya juga belom jelas tapi tak apalah sedikit masukan kali aja dia membantu. Setelah bercertita pada sabatku tentang dia akhirnya sahabatku memberikan sebuah kata-kata yang berikut ini: 

"If She/He don't love you by now, She/He will never ever, never ever.. chemistry itu instan.. It's either there, or it's not….Kalo kelamaan pdkt jatohnya jd temen dah.. Dan sekali jd temen, udahhh.. Game over!!!”

Jadi kepikirankan?? Apa aku musti mundur atau meluncur untuk berkata padanya “Jadikan aku pacarmu!!!”. Dilema, karena sepertinya orang ini (menurutku) kurang tertarik padaku dan yang suka padanya (dari ceritanya) lumayan banyak dan dia tetap pada keputusannya untuk sendiri tak ingin menjalani sebuah hubungan dengan siapa-siapa untuk sampai saat ini..

Apa yang harus aku lakukan?? Maju atau terus menunggu??...

Akh aku tak tahu…

Akupun siap-siap tertidur, dan lagu ini mengalun dari tape di kamarku..

“Telah lama aku bertahan
Demi cinta wujudkan sebuah harapan
Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta  lagi aku”
Raisa - Apalah(Arti Menunggu)
  






Yang sedang jatuh cinta,
aih



27 Okt 2011

Harga Sebuah Pertemanan (3)




"Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti
Kita t'lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini"
Ingatlah Hari Ini - Project Pop
*


29 Oktober 2011 adalah genap 5 tahun diriku menginjakan kaki dan menghabiskan waktu menjalani hari di ibu kota, tak terasa sudah hampir setengah dekade kehidupanku dihabiskan di kota yang penuh dengan polusi ini. Sebelumnya tak terpikirkan ataupun terbayangkan kalau akan menjadi warga ibukota dengan segala kepenatannya. 

Sebelum 5 tahun itu, diriku pernah menuntut ilmu di salah satu sekolah kedinasan, sebut saja Unpad (Universitas Padalarang). Bayanganku dahulu pas sedang kuliah kalau lulus nanti akan bekerja setidaknya di Bandung atau di kota-kota di Jawa Barat, apesnya ya ditempatkan di salah satu kota terpencil di nusantara. Tapi Tuhan punya rencana lain, ternyata diriku ditempatkan di kota yang menjadi pusatnya negara ini, Jakarta.

Kembali flashback ke masa sebelum 5 tahun lalu, setahun menuntut ilmu di Gado Bangkong banyak kisah berharga yang tak ternilai harganya, walau hanya sebentar tapi itu tak akan lupa atau lekang dimakan usia. Salah satunya kisah diriku dan Barhem.

Kisah segermobolan anak lelaki normal (catet, soalnya diriku terlalu banyak bergaul dengan yang tidak normal) yang mengisi keseharian setahun menuntut ilmu dengan kekenakalan ciri khas lelaki abege pada umumnya. 

Dengan mereka diriku belajar banyak arti sebuah pertemanan, persahabatan malahan kita sekarang sudah menjadi sebuah keluarga besar yang menjadi satu kesatuan. Masih ingat di kepala ini bagaimana kalian membantu diriku mencari rumah dosen karena takut di DO, seharian kita keliling Bandung walau hasilnya nihil, dosennya tak mau membantu walau ternyata emang hasilnya gak di DO, itu cuma keparnoan yang berlebihan diriku saja. Hal yang paling menyentuh dari sebuah pertemanan, ialah ketika pada saat itu kita berencana liburan karena salah satu teman kita ada yang melepas masa lajang, tiba-tiba papaku masuk rumah sakit, alhasil diriku gak bisa ikut bergabung bersama kalian, dan tanpa diduga kalian tiba-tiba  segreombolan beberapa mobil datang kerumah menengok papapku, dalam hatiku berkata, aku menemukan keluarga baru saat itu. 

Salah satu kisah lainnya, awal datang ke Jakarta sebulan berikutnya diriku dan beberapa dari kalian memutuskan untuk mengontrak rumah dan tinggal satu atap. Selama tiga tahun diriku tinggal bersama kalian, walaupun akhirnya diriku musti hengkang dari rumah itu bukan karena diriku tak sayang malahan karena diriku teramat sayang sehingga memutuskan untuk pisah. (salah satunya sih buat move on juga sik), selama tiga tahun bersama itu kadang jengkel juga saat pulang malam selepas kuliah tiba-tiba kalian sudah berada dikamarku buat sekedar nonton TV atau menyetel DVD, tapi sik yang paling bikin jengkel ialah rumah kita yang seperti kapal pecah karena berisi 4 anak laki yang enggan untuk bersih-bersih. Akhirnya aku pamit keluar dari rumah itu dan diisi oleh temen kita, eh setelah pergi kalian malah nyewa pembantu, sial.. dulu aja gak mau. (ergh, toyor satu-satu). Dan yang paling terenyuh lagi, ketika kemaren mampir ke rumah itu lagi, disana masih tepampang photo-photo dan tulisanku. Argh… kalian yah… (peluk)

Hal bersama kalian-kalian ini yang menjadi hal paling-paling berkesan, Pas acara tahun baru di Ujung Genteng yang memaksa mobil kita buat nyelip ditengah hutan, malam-malam hujan deras sampai baju kita belepotan, eh esok paginya mobil kita nyelip di pasir pantai, sungguh liburan yang amat sangat berkesan. dan ketika kita liburan ke Lampung, yang ternyata Pantai Mutun itu jauh dari mana-mana, kita terasa diisolasi, tapi memang itu liburan yang luar binasa. Ataw awal liburan bersama kita di Cipanas Garut kita mendayung perahu berlomba satu sama lain, masih banyak liburan-liburan yang telah kita lalui bersama sampai yang terakhir minggu kemaren ke Pantai Anyer. Walaupun liburan dengan jarak yang dekat-dekat tetapi tak mengurangi kebersamaan kita semua.

Kini diantara kita sudah banyak yang berkeluarga malah ada yang sudah mempunyai anak, tetapi itu tidak mengurangi kebersamaan kita. Malahan istri-istri kalian menemukan kelompok barunya dalam hal bercanda dan bertawa membicarakan seluk beluk rumah tangga. 

Barhem ini salah satu aset pertemanan yang nyaris seperti keluarga. Beberapa orang tua kalian malahan sudah sangat akrab dan tau sekali jelas tentang diriku. Semua ini mungkin karena sebuah ide gila dari arisan nikah yang dilontarkan beberapa tahun silam berjalan lancar, membuat pertalian kita semakin erat. Pertemanan yang lahir dari kehidupan nyata bukan berawal dari dunia maya, pertemanan yang tak mendeklarasikan sok bersahabat tapi dibelakangnya biadab. Harga sebuah pertemanan ini terlalu murah kalo dibanding Arisan yang kita keluarkan tiap tahun karena ada beberapa orang dari kita yang menikah, tapi, Damn!! Tahun depan kalian merampok saldo tabunganku (again, again n again)

So kapan nikah??




Kaleng rombeng kalian,
-aih-

17 Okt 2011

Sial, kenapa kamu lagi?...


Bep.. Bep.. Bep...

Notifikasi di Blackberry berbunyi,tanda telah ada pesan yang masuk  kedalam ponsel itu berhasil memecah kesunyian malam. Jam di dinding menunjukan tinggal delapan menit lagi menuju pukul dua belas malam. Siapakah gerangan yang mengirim pesan di tengah malam seperti ini? Padahal hari init oh bukan hari ulang tahunku, dimana kemungkinan orang akan mengirim pesan selamat hari lahir di jam pas pergantian hari. Lihat saja kalau pesan yang masuk adalah BM (Broadcast Massage), diriku tak sungkan untuk mendelet orang yang gak ada kerjaan di tengah malam buta mengirim pesan berantai yang kadang dan malah kebanyakan gak penting juga.

Diriku yang belum tidur langsung bangun dan meraih ponsel yang sedang di-charge di atas meja. Kuambil ponsel dan mulai kubaca isi pesan masuk yang baru saja diterima, ternyata pengirim pesan itu adalah mantanku, dan pesan yang dikirmnya juga adalah BM tentang vote Komodo  untuk menjadi tujuh keajaiban dunia baru itu, ergh.. Dirikupun protes dong. “kenapa BM jam segini???” Dia malah bertanya “kok belom tidur?” ergh.. seharusnya diriku yang bertanya kenapa dia yang belom tidur dan malah BM jam orang sedang tidur, apalagi di tempatnya waktu lebih cepat beberapa jam dibanding di tempatku.

Karena kantuk belum menerjang mataku, dan sepertinya sang mantan juga sedang mengalami susah tidur, akhirnya kita lumayan mengobrol beberapa baris chat, dia mulai berbicara tentang rencananya ke kotaku, tentang liburannya dan tentang sesuatu yang tak penting juga. Percakapan terakhir kita dalam BBM mungkin beberapa minggu lalu dan kalau dalam telepon sudah lupa kapan kita berbincang, sesuatu yg memang sudah jarang dilakukan sebagaimana sering kita lakukan pada saat masih menjalin suatu komitmen bersama dengan ikatan yang namanya pacaran. Ada suatu perasaan yang datang dalam hati sanubari pada saat chat malam itu, yah diriku kembali mengalami getar-getar di dada. Padahal dalam chat itu tidak ada kata manis rayuan gombal atau apapun yang bisa menimbulkan getaran itu. Getaran yg beberapa tahun silam diriku merasakannya dan menjadikan dirimu kekasihku. Tapi diriku mencoba menghiraukan getaran itu, tak ingin usaha move on setahun lalu gagal karena masih tersedot gravitasinya.

Sebenarnya, Saat ini ingin sekali merasakan getaran-getaran seperti itu kembali ketika berkomunikasi dengan seseorang, tapi sayangnya kenapa getaran itu muncul ketika diriku berkomunikasi dengan dirimu, wahai mantanku?? Seharusnya bukan dirimu orangnya, karena diriku sudah terlalu sangat mengenalmu. Mudah-mudahan ini hanya getaran satu malam yang bernama kangen mantan saja, tidak berlanjut berlarut-larut.

Sekarang, saatnya diriku menunggu, akankah ada orang yg bisa memberikan getaran-getaran yang membuat dada kembali sesak seperti itu? Tapi bukan kamu wahai mantanku, diriku ingin sosok baru yang mengisi lembar hidupku. 

Chatpun berakhir, kuletakan ponsel di meja, kuambil remote radio dan kunyalakan, tiba-tiba lagu ini pun bersenandung…



"I never knew perfection til
I heard you speak, and now it kills me
Just to hear you say the simple things
Now waking up is hard to do
And sleeping is impossible too
Everything is reminding me of you
What can I do?

It’s not right, not OK
Say the words that you say
Maybe we’re better off this way?
I’m not fine, I’m in pain
It’s harder everyday
Maybe we’re better off this way?
It’s better that we break…

A fool to let you slip away
I chase you just to hear you say
You’re scared and that you think that I’m insane

The city look so nice from here
Pity I can’t see it clearly
While you’re standing there, it disappears
It disappears

It’s not right, not OK
Say the word it should say

Maybe we’re better off this way?
I’m not fine, I’m in pain
It’s harder everyday
Maybe we’re better off this way?
It’s better that we break

Saw you sitting all alone
You’re fragile and you’re cold, but that’s all right
Life these days is getting rough
They’ve knocked you down and beat you up
But it’s just a rollercoaster anyway, yeah

It’s not right, not OK
Say the words that you say
Maybe we’re better off this way?
I’m not fine, I’m in pain
It’s harder everyday
Maybe we’re better off this way?

I’m not fine, not OK
Say the words that you say
Maybe we’re better off this way?

I’m not fine, I’m in pain
It’s harder everyday
Maybe we’re better off this way?
It’s better that we break, baby”

*
Better That We Break- Maroon 5


Akh lagunya... 



Yang sedang kangen mantan,
Aih



13 Okt 2011

Kita-Kita





"Biarkan saja kekasihmu pergi
teruskan saja mimpi yang kau tunda
kita temukan tempat yang layak 
sahabatku...

kupercayakan langkah bersamamu
tak kuragukan berbagi denganmu
kita temukan tempat yang layak
sahabatku..."
Untuk Sahabat - Audy 
*


Perkenalkan…

Gigi.
Sosok orang fenomenal yang menyatukan sesuatu yang maya menjadi terasa nyata. Dari organ tubuh yang paling seksinya terlontar sebuah ucapan-ucapan lucu yang bikin kangen buat sekedar dibaca atau didengarkan ketika bersua. Kini gigi sudah kembali ke habitatnya disana, satu hal yang sangat terasa beda, tiap wiken kita tak beraadu gigi, mangap dan meronta  menonton pelem ataw sekedar monyong-monyong cantik berkaraoke bersama, tapi satu hal dari gigi yang amat sangat dirindukan ialah gigitannya di dunia perblogan, Kapan menggigit lagi??

Miss.
Beberapa tahun silam bertemu di sebuah kedai donat di bilangan kelapa gading, memperkenalkan sosok ini yang sebelum-sebelumnya ‘gigi’ bertanya kepadaku mengenai beli tas unyu dimana? ternyata tas itu buat si miss ini yang sudah datang jauh dari belahan bumi timur Indonesia, Miss ini memperkenalkan diriku tentang cara menikmati hidup, walau dia berada jauh dari peradaban ibukota tetapi dia dapat mengisinya dengan kegiatan yang luar biasa, memasak dan berkebun adalah kesibukan sehari-harinya diluar pekerjaannya. Dan satu kebiasaan dia yang luar biasa ialah tiap datang ke ibu kota selalu mau berkenalan dengan orang-orang baru sebagai temannya, maka dari itu selain Miss Perez dia pantas mendapat gelar Miss Persahabatan.

OmDe.
Sesosok Mini, Hitam dan Manis Ini bukan permen cokelat, tapi ini seorang esmod ibu kota yang memiliki suara juara. Selain hobi berdendang ria dari lagu Jason mraz hingga lady Gaga dia juga hobi berwisata keliling belahan bumi di dunia. Sekarang ini dia sedang sibuk mengurus persiapan menjadi calon pengendara kendaraan di Jakarta, Hyuk kapan kita berjalan bersama dalam kemacetan jalanan ibu kota??

Model.
Sosok tinggi jangkung semampai membuatnya pantas buat bercita-cita menjadi model, America Next Top Model bermusim-musim dia habiskan hanya untuk mendapat senyum smize yang luar biasa. Sayangnya pekerjaannya bukan dibidang modeling tetapi disuatu bidang yang mengharusnkannya mengkencangkan seluruh skrup yang dimilikinya, celotehan dan lirikan serta keluhan-keluhannya membuat kita kadang tertawa. Terus maju jaya mencari kasur tercinta.

Paha.
Galau luar biasa, hobi makan sana sini, membuat sosok yang satu ini memiliki kelebihan lemak di pahanya, tapi dengan kelebihannya itu tak membuat sosok wanita ini menurun kecantikannya tapi malah bertambah galaunya, apalagi kalo dia ingat mantan-mantannya. Teruslah menggalau, teruskan makan dan teruskan mengejar jodohmu, semoga kita semua menjadi pager ayu di pernikahnmu kelak.. *siapin kebaya*

Jeng.
Ibu muda yang satu ini, lugas tegas dan mengena kalo bicara. Untuk urusan masukan ataw apapun sepertinya pendapatnya paling tepat untuk membuat pertimbangan kita-kita. Perjuangannya mendapatkan buah hati menjadi cerita penyemangat tersendiri bagi kita-kita. Semoga dirimu jeng  beserta keluarga bahagia di pulau dewata.

Diva.
Suara emas yang dimilikinya tak lantas  membuat dia ikut Gelatik 2011 (Gelar Lomba Tembang Cantik), hal ini yang membuat mamanya sedikit kecewa apalagi kita-kita. Selain hobi bernyanyi dia juga hobi mengabadikan gambar kita-kita disaat berkumpul bersama. Walau diriku dan sang Diva ini gagal lulus dalam sebuah ujian tetapi itu tidak membuat aura bintang kita meredup, tapi kita tetap berusaha makin bersinar. Mari sang diva kita mengulang bersama.

Garing.
Sosok hitam legam menjulang tinggi dan garing adalah dia. Kicauannya-kicauannya yang pertama mebuat diriku mengenal sosoknya, walau sebelumnya sempat ngintip-ngintip di blognya. Kini yang garing dan kriuk ini walau sudah berada di suatu kota yang sama dengan kita-kita tetapi susah ngumpul bersama, entah akibat drama percintaan ataw karena fokus pada perkuliahan. Hanya dia yang tahu, seperti halnya kicauannya yang sedikit berkurang semenjak datang ke kota metropolitan ini, padahal dulu dia luar binasa produktif sekali berkicaunya. Semoga  kamu diberi kelancaran dalam kuliahnya.

Semox.
Sosoknya yang berbody aduhai dan berambut jingkrak ini pertama bersua dengan diriku  dipenghujung tahun lalu. Pertama bersua dengku dia langsung berkata “Oh ini toh mantannya si ini dan si itu” . Awal perkenalan dan perjumpaan yang membuat diriku terasa murahan. Sosoknya ngangenin apalagi kalo sudah towel-towel unyu baik di dunia maya ataw nyata dengan sang model, Kapan kamu naik kereta ke Jakarta lagi??

Poni.
Wanita seksi bertubuh mungil dan bersuara khas, yang sanggup membuat suasana berkumpul ataw sekedar berchat ria menjadi terasa luar biasa. Baru tahun ini mengenalnya secara personal, lewat dunia fantasi ancol kita bersua, namun sosoknya tiada dua. Wanita yang memiliki kenangan pahit dengan sang kodok ini akan membuat suasana menjadi unyu, lucu dan menggemaskan sesuai dengan ciri khasnya, Poni.

Dede.
Ini adalah sosok termuda di kalangan kita-kita, tapi walau muda dia terlihat lebih dewasa dari umurnya (boros). Tak apa, karena itu yang sedang ngetrend dikalangan seleb kita,lihatlah  Nikita Willy contohnya. Diusianya yang muda dia harus banting tulang jualan daging dari pagi hingga sore  bertarung mengemudi den bersua dengan pengendara kendaraan ibu kota yang luar biasa sangat dekat dengan kebinasaan. Dia selalu complain dengan klakson mobil yang tatit-tatit, pengendara motor wanita yang ugal-ugalan dan asap angkutan kota yang membuat dandannnya bisa tidak tertata. Walaupun demikian, tetap semangat yah anak muda.

Bunda.
Walau umur lebih tua dibanding yang lain tapi kecantikannya luar biasa, tak perlu menjadi palsu seperti Titik Puspa ataw Syahrini, Bunda mampu tampil lebih muda dari umurnya. Bunda ini sangat ahli dalam Obsesi (Obrolan Seks & Intimasi). kita maklum saja, secara memang bunda seniornya. Dari urusan kencep hingga kejadian di tol yang luar biasa menjadi pengalaman berharga yang dia bagikan buat kita-kita.


Itulah mereka semua, yang tergabung dalam kumpulan pembaca setia sebuah bacaan luar biasa yang entah kapan tulisan terbarunya bisa nampang di layar computer kita-kita, maka dari itu dibuatlah tema menulis kita-kita untuk membangkitkan kembali halaman bolg dari tidurnya. Teruntuk kalian semua yang tertulis ditulisan atas sana, semoga kita bisa berkumpul bersama bukan hanya sekedar di dunia maya saja tapi dalam dunia nyata.




Salam bahagia,
aih

22 Sep 2011

Harga Sebuah Pertemanan (2)


“Why I can't explain why it's not enough
Cause I gave it all to you
And if you leave me now
Oh just leave me now
It's the better thing to do
It's time to surrender
It's been too long pretending
There's no use in trying
When the pieces don't fit anymore
The pieces don't fit anymore”
The pieces don't fit anymore – James Morrison 

*
Bismillah…


  
Berat rasanya nulis ini, tapi pada daya dari sejak lama sudah mengganjal sana sini, mungkin dengan media ini bisa meringankan beban secara tidak langsung. Seperti yang sudah dikisahkan, Alhamdulillah hubungan pertemananku dengan beberapa anggota geng maksi berjalan lancar kembali, walau tetep aku merasakan beda.  Sudah gak masalah yah unfollow ataw follow di twitter, itu gak penting juga, toh itu hak mereka yang mungkin senang begosip di twitter tanpa diriku. Tapi ada salah satu temanku yang tergabung dalam geng maksi ini entah punya dendam apa dia sepertinya sangat tak suka denganku.

Bukan sok terlalu perasa ya diriku ini,meskipun didepanku dia bertingkah baik, tapi Heloooo… akting protagonisnya amat sangat buruk (Naysila Mirdada aja jauh diatas akting buruk kalian), sok baik ma baik itu beda lho. Diriku punya hati bisa merasakan mana yang baik dari hati atau cuma basa-basi. Walau emang diriku tahu peringai orang ini emang judes tapi sebelum-sebelumnya enggak seperti ini beda, pokoknya banget rasanya.

Apalagi setelah satu anggota geng maksi menjadi patner bekerjaku kini. Disuatu ketika dia tidak masuk kantor dan komputernya nyala karena dipake Pak Buhori, disana twitternya nyala  karena belom dia sing out, aku yang akan memakai komputernya buat buka aplikasi surat jadi merasa iseng untuk membuka twitternya (ya aku lancang disini) akupun buka DM yang disitu ada DM dari Oman, temen yang akting protagonisnya paling buruk sejagat raya, ada DM bulan januari 2011 yang berbunyi kira-kira seperti ini “Cong, mau ikut karaoke besok? Tapi jangan kasih tau neneng (aku) ya”. Oke dari situ emang ketahuan kan dulu dia pernah bilang kalo alasan unfollow karena gak ingin bersinggungan denganku karena dia sangat tau banyak aku. Terus aku bertanya alasan dia jarang ngajak jalan-jalan ataw main lagi dia jawab karena aku sibuk melanjutkan kuliah, jd pasti gak mungkin ikutkan? Makanya dia bilang gak ngajak lagi.. dan helllooooo… januari 2011 itu diriku belom daftar kuliah lagi lho.. (alasan yang sungguh diluar logika).


 

Tak apalah, tapi alasannya kalo dia ngajak orang ataw nyuruh orang buat unfollow itu kenapa?? Oke Tedjo ini salah satu temen kosasnku yang bentar lagi pindah kosan dan tetap menjadi tetanggaku, dia emang dari tweet2nya kalo nimpal diriku pedes juga sik. Tapi setidaknya dia akting protagonisnya jauh lebih baik dibanding Oman, ya mbok kalo mau unfollow diriku ya unfollow aja. 


Padahal kalian sadar gak? Kalian sekarang kalo jalan sering dengan geng sebelah ataw apapun namanya itu, perantara tangan siapa? Diriku yang ngenalin kalian dengan geng sebelah, bahkan sampe dari kalian ada yang jadian ataw apalah itu. Gak apa apa sih teman memang datang dan pergi, sama halnya beberapa tahun sebelumnya ada sahabat yang jelas-jelas fitnah diriku ini itu, aku diam dan waktu yang membuktikan ternyata omongannya kemakan sendiri. Akhirnya dia malu dan mundur sendiri bukan??...

Manusia memang serigala bagi sesamanya, siapa yang kuat dia yang juara. 



Dan lucunya Oman ini nyangkanya diriku lebih merumput ke kelompok tetangga yang lebih hijau. kelompok yang mana yah?? Helo, aku bergaul dengan berbagai macam komunitas sepertinya fine-fine saja, prioritas berimbang siapa duluan ngajak jalan dia yang jadi prioritas. Lah ini kalian kapan ngajak jalan lagi? Party chat di Gtalk dan grup di BBM aja mati suri. Gak lucu kan kalo diriku heboh sendiri sedangkan kalian kayak orang mati berdiri.

Diriku nyablak disini bukan pengen mencari sensasi, soalnya kalo ngomong langsung jatuhnya tar banyak akting-akting sampah yang haduh layak untuk dibuang sajah. Toh palingan kalian kalo sudah baca jatuhnya bakalan merepet di twitter seperti kejadian tempo hari.

Ya mbok, kalo gak suka ngomong aja jangan ngomong ini karena gak mau bersinggungan, karena kita orang-orang yang sayang ma kamu, yang ngerti kamu, tapi kenyataan kayak muka titik puspa, PALSU!!! Kalo ngomong gak suka karena bla bla bla jelas kan?? Jadi gak usah sok akting baek segal. Jujur akting kalian itu sampah, tapi untungnya diriku suka daur ulang jadi akting sampah kalian itu gak langsung dibuang. So.. kalian gak usah repot-repot nusuk diriku dari belakang toh kalian bukan temen EEP diriku juga kan??...

Tulisan ini dibuat kali aja mengubah keadaan, inget lho bentar lagi kita liburan bareng…




Siapapun diriku,
Aih