30 Des 2011

Harga Sebuah Pertemanan (4) - End


“Life is a drama, and you only have two options: being the audience or being the actor.”

Setahun sudah bolpoint ini mencorat-coret dalam lembaran yang bertajuk 2011, sudah banyak catatan, coretan, gambar, tipe-ex yang tergores di 365 lembaran hari. Suka, duka, tawa, canda, tangis dan bahagia terpotret dalam kamera tahun ini. Banyak pelajaran berharga yang bisa menjadi pembelajaran dikemudian hari agar tidak terulangi lagi.

Salah satu pelajaran berharga  bagi diriku di tahun ini adalah bubarnya Geng Maksi, sebuah komunitas makan siang yang dulu sangat membahana di komplek kantor ini sampai terkenal di instansi lainnya. Semua itu akibat dari protesnya diriku yang merasa ada ‘sesuatu’ dibalik geng maksi ini yang mengganjal. (cerita bisa dibaca di kisah Harga Sebuah pertemanan 1 dan 2). 



Berawal sedikit protes diriku atas sesuatu yang merasa tidak berjalan di koridornya, tapi ternyata setelah diprotes ternyata makin melenceng dan makin hilang kendali lepas dari koridor yg seharusnya berjalan tadi. 
Seorang teman pernah berkata:

“When you know your friends are talking about you behind your back, don't bother to clarify. They're not your friends anymore.”

Tapi dari kasus-kasus kemaren aku memilih untuk mengkarafikasi karena tak ingin begitu saja meninggalkan kalian, ya manusia tidak sempurna kemungkinan besar kesalahan ada padaku. Dan  dari kejadin setelah protes-protesku dahulu, kita melakukan introspeksi masing-masing, disimpulkan kita tetap menjadi Geng Maksi yang sampai akhirnya bubar sendiri. 

 “Fake friends never betray in front of you. They always do it behind you.”

Pernah satu ketika diriku menulis quote seperti ini dalam status BBM: 

 ”Being alone, even lonely, is better than being together with wrong people”.

Kalian mengangap diriku tak tahu kalo status ini jadi bulan-bulanan kalian di belakang, sayangnya aku tahu. (kalian lupa? Siapa yang paling Kepo diantara kita semua??) Padahal sebenarnya status ini ditujukan buat hubungan percintaan (yah, buat mantan yang selalu maju mundur tepatnya) tapi kalian yang tersindir, sampe pernah salah satu kalian berkata “lebih baik sendiri dan merasa sepi dapiada makan siang bersama dengan orang-orang yang salah!” . Hahaaa… dasar kalian….

Sampe sampe salah satu kalian pernah berbincang kalau alergi kebodohan dan kepalsuan dalah Megabintangphobia. Hahahaaaa…

Dan hari ini salah satu temanku berkata, lih temanmu  (salah satu anggota geng maksi) kehilanganmu saat jumatan, baca gih tweetnya..

Dan akupun membaca beberapa tweetnya:

“setelah pekan kemaren Mega Bintang tidak shalat jumat disampingku, hari ini resmi dia memilih duduk di samping Rio… hiks..hiks…”

“Selamat jalan Giga Bintang, semoga kamu tak lupa aturan pertama dalam hidup ini Orang-orang yang di dekatmu belum tentu kawan”

“Jumat siang ini, terasa seperti Jumat dua tahun lalu, hanya aku dan Bunda duduk berdampingan… Sang Bintang duduk didalam disekat kaca”

“lebih baik sendiri dan merasa sepi daripada bersama dengan orang-orang yang salah..” *Peluk Nano Bintan* | diatas Giga itu Nano bukan?

Yeah, Jumat lalu diriku pulang kampung dan jumat sekarang aku mau menyapa rio saja yang sebenernya melihat cuaca di luar panas mau nyoba apa AC Masjid yang baru itu ngefek gak? Ternyata enggak.

“Some people are just like soft drinks. It tastes sweet, but it's not good for us.”

“Some people are just like mineral water. It tastes nothing, but we can't live without.”

Apakah kita-kita ini termasuk soft drinks atau mineral water?? Hanya kita yang bisa merasakannya. Kebersamaan Geng Maksi yang selama 2 tahun begitu hangatnya  serasa suasana makan siang dengan keluarga di rumah, tapi sekarang? Itu sirna sudah. Apakah kalian kangen dengan hahahihi menggangu orang lain ketika makan siang??...

“Friends are like second family you make for yourself.
Friendship makes you feel home though you’re not at home.”

Maafkan bila tulisan-tulisan sebelumnya membuat kalian merasa tak enak, hingga sampai membuat salah satu dari kalian mengganti username hingga menggembok akun.  2011 sudah dipenghujung hari, mari kita buka lembaran baru bersama dan entah apa yang terjadi dengan  kita-kita. Maaf atas segala perbuatanku yang membuat kalian tidak berkenan. 

“One thing I learn about happiness: It's made, not found.
If you want to be happy, you must create it yourself.”

Lahirnya protes diriku kemaren karena sebagai persiapan perbaikan suasana pertemanan kita satu sama lain untukuntuk persiapan liburan kita di awal tahun 2012 nanti,  Agar pas liburan gak ada yang mengganjel. Tapi ternyata dampak tak yang diharapkan meleset, tapi tak apalah, toh akhirnya diriku gak ikut liburan kalian ke Vietnam (walau musti menghanguskan tiket dibeli dari uang rapelan gaji itu) selain karena tak ingin merusak acara liburan kalau keadaan belom kembali pulih seperti semula dan ternyata tanggal segitu bertepatan dengan diriku UAS. Jadi makin musti merelakan liburan yang sebelumnya sudah digadang-gadang jauh-jauh hari. Selamat liburan (ex) Sporty Maksi, (ex) Scary Maksi & (ex) Baby Maksi. 

“Real friends are not those who make you feel happy, but those who make you feel comfortable.” 

“If you're not comfortable where you are now, maybe that's not your place. Just quit it.”

Kalau memang ini jalannya, mudah-mudahan ini yang terbaik bagi kita semua,seperti dikutip dalam film Arisan!2  “Teman datang dan pergi, teman sejati selalu dihati”

Akhir kata…

“You must be wise in choosing friends or you will have more enemies”


Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua, selamat tahun baru, semoga 2012 akan banyak coretan yang lebih seru...








(ex) Posh Maksi,
aih



NOTE:
Tulisan merah quote dari  @wilzkanadi pemilik blog http://wilzkanadi.blogspot.com/ 
Tulisan biru quote dari  @bernardls pemilik blog http://bangbernard.wordpress.com/ 

2 komentar:

  1. Where's the (ex) Ginger Maksi in all of this?

    BalasHapus
  2. times to grow up :D

    BalasHapus